Tampilkan postingan dengan label PKBM Di Jakarta Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKBM Di Jakarta Selatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Februari 2022

Yuk Deteksi Dini Gangguan Belajar Anak! Layanan Pendidikan Inklusi di PKBM Kramat Pela

 

Saat buah hati berusia sekolah dasar, maka mereka seharusnya memiliki kemampuan belajar yang baik.  Kesiapan belajar ini dipersiapkan di usia taman kanak-kanak.  Namun demikian perkembangan otak dan mental anak untuk siap belajar adalah pada umumnya berada di usia 7 tahun ke atas. 

Sobat PKBM Kramat Pela, sebelum kita membahas kesulitan belajar atau disebut juga gangguan belajar, mari kita dalami apa itu kegiatan belajar. Dalam bahasa Inggris terminologi ini dikenal dengan learning disablity. Namun untuk diagnosa dari masalah ini pada siswa dikenakan istilah learning disorder atau gangguan belajar.

Definisi kesulitan belajar hanya dapat diterapkan kepada anak dengan usia tingkatan sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).  Pada periode ini faktor kecerdasan masih dapat ditingkatkan dan belum terbentuk karakter yang menetap pada anak.  Ketika anak berusia 14 tahun ke atas, maka pendekatan yang dilakukan kepada anak kesulitan belajar adalah dengan mengarahkan kepada minat bakat anak.

Sekilas kegiatan belajar bersifat sederhana dan sepele.  Belajar adalah kegiatan perolehan informasi baru, perilaku, atau kemampuan setelah latihan, pengamatan, atau pengalaman lain.

Ilustrasi kegiatan belajar dimana membutuhkan kesiapan dari anak dalam penerimaan,  pemerosesan, dan respon yang sesuai konteks saat belajar (Foto: Agus/PKBM Kramat Pela)

 

Kegiatan ini kemudian dibuktikan dengan perubahan dalam perilaku, pengetahuan, atau fungsi otak.  Berdasarkan uraian di atas, maka prinsip dari anak belajar adalah adanya perubahan perilaku, pengetahuan, atau fungsi kerja dari otak pada anak.  Oleh karenanya pada setiap kegiatan belajar di lakukan ujian untuk melihat perubahan tersebut.

Secara psikologi, pembelajaran adalah proses yang rumit lho Sobat PKBM Kramat Pela! Pembelajaran melibatkan aktivitas otak secara sadar atau tidak sadar.  Kegiatan ini juga memperhatikan beberapa aspek dari informasi di otak. 

Hal tersebut diawali dengan hubungan informasi yang masuk.  Kemudian  secara kejiwaan informasi tersebut diatur ke dalam perwakilan berpikir yang saling berhubungan.  Tahap berikutnya adalah menyatukannya dengan pengetahuan terkait yang dimiliki anak.  Kemudian terakhir bagaimana informasi itu diaktifkan dari ingatan jangka panjang mereka.

Namun tidak semua anak memliki keterampilan belajar yang baik lho!  Beberapa anak mengalami kesulitan dalam belajar.  Secara sederhana ada anak yang mengalami pencapaian nilai yang rendah.  Hal ini dapat terjadi pada beberapa mata pelajaran ataupun keseluruhan. 

Dapat dikatakan anak dengan gangguan belajar memiliki nilai ketuntatasan minum atau KKM yang berada di bawah standar.  Pencapaian mereka lebih rendah dibandingkan anak lain pada usia yang sama. 

Tantangan belajar di sekolah dasar pun semakin berat ya Sobat PKBM Kramat Pela.  Terlebih saat ini banyak sekolah menggunakan standar nilai kriteria kentuntasan minimal (KKM) yang tinggi.  Beberapa sekolah unggulan menerapkan KKM di atas 80 untuk beberapa mata pelajaran. Tentu ini amat berat bagi anak yang alami masalah dalam pemerosesan informasi, khususnya kesulitan belajar.

Namun demikian diagnosa dari gangguan belajar tidak dapat dilakukan oleh guru atau orang tua lho!  Selain pencapaian nilai yang buruk, perlu ditegakkan oleh psikolog klinis anak atau pun psikolog pendidikan untuk mendiagnosanya.  Perlu dilakukan beberapa test dan konfirmasi bahwa anak memang kesulitan belajar atau tidak.   

 

Bagaimana cara mengidentifikasi gangguan belajar belajar? 

Jika ditelaah lebih dalam dan sederhana, masalah kesulitan belajar adalah sekelompok masalah fungsi saraf atau berbasis otak yang memengaruhi satu atau lebih cara seseorang menerima, menyimpan, atau menggunakan informasi.

Kesulitan belajar datang dalam berbagai bentuk dan pengaruhnya yang  berbeda dari satu orang ke orang yang lainnya. Mereka berhubungan dengan:

Memasukkan informasi ke dalam otak (Input)

Memahami informasi ini (Organisasi)

Menyimpan dan mengambil informasi (Memori)

Mendapatkan informasi kembali (Output)

Anak dengan kesulitan belajar memiliki kecerdasan rata-rata hingga di atas rata-rata. Akan tetapi mereka memiliki gangguan yang sangat khusus dalam satu atau lebih proses psikologis yang berkaitan dengan pembelajaran. Proses ini mungkin termasuk:

Pemrosesan bahasa (memahami dan mengungkapkan informasi menggunakan kata-kata)

Pemrosesan visual-spasial (memahami atau mengatur informasi penglihatan)

Pemrosesan motorik visual (melakukan aktivitas yang terkoordinasi antara tangan dan mata)

Pemrosesan fonologis (mengidentifikasi dan memanipulasi suara dan ucapan)

Kecepatan pemrosesan (kecepatan menerima, menggunakan atau mengeluarkan informasi)

Memori kerja (mengingat informasi sambil juga menggunakan informasi tersebut)

Fungsi eksekutif (perencanaan dan pengorganisasian informasi).

 

Oleh karena itu gangguan belajar paling didiagnosis sebagai hasil dari penilaian psikologis yang menyeluruh.  Sesorang anak di berikan label gangguan belajar atau tidak bukan oleh sembarang orang lho! Hal ini terkait dengan penegakan diagnosa. 

Ahli yang dapat mendiagnosa adalah pada umumnya adalah psikolog klinis anak ataupun psikolog pendidikan. Mereka akan menggunakan sejumlah tes standar yang telah diberikan kepada ribuan orang.  Psikolog secara sistematis akan melihat bagaimana seseorang berpikir, memecahkan masalah, mengingat, memahami dan mengungkapkan informasi.

Gangguan belajar adalah salah satu dari berbagai kondisi dengan dasar fungsi saraf.  Gangguan ini ditandai dengan lemahnya inti memperoleh keterampilan sistem logika atau akademis tertentu.  Hal ini terutama terkait dengan kemampuan bahasa tertulis atau ekspresif.

Pada individu, gangguan belajar mencakup masalah belajar yang diakibatkan oleh ketidakmampuan menanggapi, cedera otak, dan tidak berfungsinya otak secara normal dan minimal.  Namun hal ini mengecualikan masalah yang diakibatkan gangguan organ penglihatan atau gangguan organ pendengaran; kecacatan intelektual; gangguan emosi; atau faktor lingkungan, budaya, dan ekonomi.

Diagnosis akan ditegakkan pada anak yang mengalami gangguan belajar jika mengalami kesulitan terus-menerus dalam beberapa hal.  Hal tersebut adalah membaca, menulis, berhitung, atau keterampilan penalaran matematis selama tahun-tahun di sekolah formal.

Gejala tersebut dapat berupa pembacaan yang tidak akurat atau lambat dan susah payah, bentuk dari tulisan yang buruk atau kurang jelas, kesulitan mengingat fakta angka, atau penalaran matematis yang tidak akurat. Keterampilan akademik anak dengan gangguan belajar saat didiagnosa harus jauh di bawah kisaran skor rata-rata dari tes yang diberikan.  Tes tersebut adalah tes membaca, menulis, atau matematika yang sesuai di mana  budaya dan bahasa dari anak tersebut berada.

Untuk tujuan diagnostik, gangguan belajar adalah kondisi ketika kinerja sesungguhnya dari seseorang pada pengujian prestasi akademis inti di bawah yang diharapkan.  Hal ini kemudian dibandingkan dengan kecerdasan, usia, dan tingkatannya di sekolah dari anak lainnya yang normal.  Oleh karena itu perlu pengujian dari ahli apakah masalah rendahnya pencapaian akademis tersebut murni karena gangguan belajar atau ada masalah lainnya yang menyertai. 

Lebih khusus lagi, definisi kesulitan belajar atau gangguan belajar digambarkan oleh IDEA (Individuals with Disabilities Education Act).  Lembaga ini menaungi komunitas kesulitan belajar di Amerika Serikat.  IDEA mendefinisikan gangguan belajar spesifik adalah gangguan pada satu atau lebih proses psikologis dasar yang terlibat dalam pemahaman atau penggunaan bahasa, lisan atau tulisan, gangguan yang dapat mewujudkan dirinya dalam kemampuan tidak sempurna untuk mendengarkan, berpikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja, atau melakukan perhitungan matematis.

Berdasarkan uraian tersebut, maka gangguan belajar baru dapat dideteksi saat anak masuk di usia sekolah.  Hal ini dicirikan saat anak mengalami kesulitan saat mengerjakan tugas.  Orang tua dan guru dapat melihatnya ketika anak mengalami kesulitan dalam menulis, berbahasa lisan atau tulisan, tidak mampu menjawab pertanyaan sesuai konteks, kesulitan membaca, atau pun kesulitan berhitung. 

Pada umumnya gangguan belajar baru diketahui saat anak memasuki kelas tiga atau empat sekolah dasar.  Pada tingkatan tersebut, pembelajaran mulai menjadi rumit.  Pemahaman bacaan lebih kompleks, membutuhkan pemusatan perhatian tinggi, serta tingkat pemahaman bacaan yang dalam. 

Di sisi lain, anak juga diperkenalkan dengan soal hitungan seperti perkalian, pembagian, dan soal cerita.  Pada tingkatan kelas tiga dan empat, anak normal pun mengalami kesulitan dari tugas-tugas tersebut.  Apalagi anak dengan gangguan belajar.  Mereka akan jauh tertinggal dibandingkan anak normal pada umumnya ya Sobat PKBM Kramat Pela. 

Beberapa kasus gangguan belajar yang umum ditemui dari siswa sekolah dasar adalah siswa lambat belajar (slow learner), anak dengan ganggguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (Attention Deficit/Hiperactivity Disorder atau ADHD), anak dengan disleksia (kesulitan membaca), anak dengan diskalkulia (kesulitan berhitung atau matematika), anak dengan kesulitan menulis (disgrafia), anak dengan kesulitan motorik (dispaxia), dan anak dengan kesulitan berbahasa (afasia).

Kelemahan di sistem saraf dan otak dari jenis gangguan ini menyebabkan perlunya pengembangan aktivitas belajar dan fasilitasi kegiatan belajar yang menyesuaikan kemampuan mereka.  Dimana hal ini sulit dilakukan di sekolah formal.  Akibatnya anak slow learner dan ADHD umumnya mengalami pencapaian akademis yang rendah dan terancam drop out dari sekolah.

 

Layanan PKBM Kramat Pela untuk Anak Gangguan Belajar

Terkait solusi anak gangguan belajar dan terancam drop out dari sekolah formal, PKBM Kramat Pela memberikan layanan deteksi dini kesulitan belajar untuk anak gangguan belajar.

Deteksi dini ini beguna bagi anak dan orang tua.  Deteksi dini dilakukan dalam bentuk serangakain test psikologi untuk mengetahui kecerdasan, gaya belajar, dan potensi masalah dalam penerimaan serta pengolahannya saat anak belajar.  Informasi hasil test juga berguna bagi guru di sekolah untuk strategi pembelajaran yang tepat bagi anak dengan gangguan belajar.

Jika hasil tes deteksi dini kesulitan belajar terkonfirmasi anak mengalaminya, dan ada masalah akademis di sekolah, serta terancam drop out, maka anak dapat bergabung di PKBM Kramat Pela. Pendidikan di PKBM Kramat Pela bersifat inklusi dan memperhatikan kekuatan serta kelemahan siswa.

Layanan yang dberikan ada dua terkait anak gangguan belajar di PKBM Kramat Pela, yaitu bergabung di komunitas atau homeschooling.  Layanan komunitas memberikan kesempatan anak untuk belajar secara klasikal dan bertemu teman-temannya.  Sedangkan layanan homeschooling, orang tua sebagai penanggungjawab pembelajaran anak di rumah, namun tetap dalam asuhan PKBM Kramat Pela untuk evaluasi belajar dan pemberian raport.

Pembelajaran di homeschooling di PKBM Kramat Pela memperhatikan kelemahan dan kekuatan dari siswa, khususnya anak gangguan belajar. Ada layanan tutor ke rumah yang membantu proses pembelajaran di rumah. Selain itu juga ada layanan pendampingan oleh psikolog dalam proses belajar dan evaluasinya. 

Pelayanan psikologi ini dibawah asuhan Vera Safira Ibrahim, S.Psi., M.M. Psikolog.  Beliau adalah alumni Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia dan founder dari TIS Consulting.  Lembaga ini adalah HRD Conslutant yang bergerak di bidang people empowerment, mental health issue, social enterpreneur, counseling & couching. Beliau sudah berpengalaman di bidang pengembangan sumber daya manusia dan psikologi lebih dari 25 tahun.

Pembelajaran di homeschooling PKBM Kramat Pela adalah siswa belajar di rumah dengan orang tua sebagai penanggung jawab pembelajaran.  Orang tua dan siswa dibantu kegiatan belajarnya dan mengajar secara daring oleh staf PKBM Kramat Pela.

Materi tugas dan evaluasi belajar dilakukan secara daring.  Evaluasi belajar dilakukan dengan penilaian tugas-tugas dan project dengan memperhatikan kelemahan serta kekuatan siswa, khususnya siswa gangguan belajar.  

Siswa yang lulus dari PKBM Kramat Pela akan memperoleh ijasah kesetaraan yaitu ijasah Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Ijasah ini resmi dari KEMENDIKBUD RI.  Ijasah ini dapat digunakan untuk melanjutkan ke jenjang sekolah formal dan nonformal lebih tinggi bahkan universitas atau pendidikan tinggi negeri dan swasta.  Selain itu ijasah ini juga dapat digunakan untuk melamar pekerjaan.

Untuk informasi layanan Homeschooling PKBM Kramat Pela dapat menghubungi

Herwan                              : 0857-8025-2448

Bunda Zidan Rafli             : 0813-1377-7905

Syarifudin                            : 0813-8760-7541 

 

Untuk informasi layanan Komunitas PKBM Kramat Pela dapat menghubungi

Wiwis                                    : 0813-8951-8567

 

Referensi

 

Cortiella, C. & Horowitz, S.H. (2014). The State of Learning Disabilities: Facts, Trends and

Emerging Issues. 3 eds. New York: National Center for Learning Disabilities

Helen Hargreaves, H., Rowbotham, M., & Phillips, M. (2009). A Handbook on Learning Disabilities. Walk a Mile in My Shoes Workhsop. Diakses 15 April 2021 dari  https://www.childdevelop.ca/sites/default/files/files/WAM%20LD%20handbook.pdf. 

Syarifudin, A. (3 Juni 2021). Mengenal angka dan kemampuan berhitung anak. www.ilmuparenting.net. Diakses 6 Februari 2022 dari https://ilmuparenting.net/kemampuan-berhitung-anak/

Syarifudin, A. (4 Juni 2021). Karakteristik gangguan belajar pada anak. www.ilmuparenting.net. Diakses 6 Februari 2022 dari https://ilmuparenting.net/gangguan-belajar-pada-anak/

VandenBos, G. R., & American Psychological Association. (2007). APA dictionary of psychology. 2nd  eds. Washington, DC: American Psychological Association

 

 

 

Sabtu, 08 Januari 2022

Peringatan Hari Guru 2021 di PKBM Kramat Pela

Setiap tanggal 25 November  diperingati sebagai Hari Guru Nasional di Indonesia.  Peringatan hari guru ini bertepatan dengan hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).  Sejarah pembentukan PGRI dilakukan setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia berhasil melakukan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta.

Dalam kongres disepakati, semua organisasi guru dengan berbagai latar belakang dihapuskan. Guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan berada dalam satu wadah PGRI. Dengan kesepakatan tersebut, PGRI berdiri pada 25 November 1945 seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan.

PKBM sebagai satuan pendidikan menyelenggarakan kegiatan belajar dan mengajar dengan ujung tombak adalah guru atau tutor.  Tutor adalah sebutan guru di satuan pendidikan non formal. Tanggung jawab tutor sama seperti guru di satuan pendidikan formal.  Mereka mengajar dan juga melakukan tugas administratif layaknya guru di sekolah formal.

Dalam rangka memperingati hari guru nasional, yang jatuh pada tanggal 25 November 2021, PKBM Kramat Pela memperingatinya secara daring.  Peserta didik diminta untuk melakukan persembahan atau karya untuk memperingati hari guru tersebut.

Peserta didik antusias mengikuti acara ini dengan memberikan berbagai persembahan kepada tutor.  Berikut adalah persembahan yang dilakukan oleh siswa dari PKBM Kramat Pela.

Diharapkan dengan acara ini terjalin kemesraan antara tutor dan peserta didik.  Selain itu juga para peserta didik diharapkan lebih mengapresiasi apa yang telah dikerjakan dan diberikan oleh para tutor kepada mereka. (Agus/PKBM Kramat Pela).

Karya siswa Paket C PKBM Kramat Pela dalam peringatan Hari Guru 2021



Karya siswa Paket C PKBM Kramat Pela dalam peringatan Hari Guru 2021



Karya siswa Paket C PKBM Kramat Pela dalam peringatan Hari Guru 2021

Karya siswa Paket C PKBM Kramat Pela dalam peringatan Hari Guru 2021











Sabtu, 28 November 2020

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DI PKBM KRAMAT PELA TAHUN AJARAN 2020-2021

PKBM Kramat Pela sebagai PKBM di Jakarta Selatan bertransformasi dalam proses pembelajaran di masa pandemi ini. Pandemi Covid-19 berdampak kepada proses pembelajaran di PKBM Kramat Pela menjadi pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh.  Materi pembelajaran diberikan secara daring oleh tutor kepada siswa, baik dari program Paket A. Paket B, dan Paket C.  Hal ini juga berlaku terhadap mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.  Namun demikian pembelajaran dengan secara daring memiliki beberapa kekurangan.  Diantara kekurangan tersebut adalah siswa menjadi bosan.  Karena sebagian besar materi yang diberikan berupa tugas tertulis.

Untuk mengurangi rasa bosan dari proses pembelajaran secara daring, maka materi pembelajaran diberikan menjadi praktek.  Hal ini juga lakukan dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.  Siswa dari PKBM di Jakarta Selatan ini diminta untuk mempraktekkan gerakan-gerakan olah raga sederhana untuk dinilai oleh tutor. Gerakan olah raga sederhana tersebut dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.  Selain itu durasi gerakan yang diminta untuk dipraktekkan pun singkat.  Sehingga siswa tidak terbebani dengan tugas yang diberikan.

Berikut adalah contoh hasil karya siswa PKBM Kramat Pela dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan:

Contoh praktek gerakan olah raga oleh siswa PKBM Kramat Pela (PKBM Kramat Pela)

Contoh praktek gerakan olah raga oleh siswa PKBM Kramat Pela (PKBM Kramat Pela)


Contoh praktek gerakan olah raga oleh siswa PKBM Kramat Pela (PKBM Kramat Pela)

Diharapkan dengan pembelajaran ini bagi siswa adalah mereka dapat mempraktekkan gerakan olah raga sederhana.  Selain itu hal ini untuk melatih gerak tubuh di saat pandemi covid-19. Sehingga mampu meningkatkan kesehatan secara fisik dari siswa.  (Agus/PKBM Kramat Pela).

Jumat, 27 November 2020

PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI PKBM KRAMAT PELA TAHUN AJARAN 2020-2021

 

Seluruh kegiatan belajar di PKBM Kramat Pela, yaitu PKBM di Jakarta Selatan ini selama pandemi Covid-19 menjadi proses pembelajaran di PKBM Kramat Pela menjadi pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh.  Hal ini terjadi dalam tahun ajaran yang berjalan yaitu tahun ajaran 2020/2021. Materi pembelajaran diberikan secara daring oleh tutor kepada siswa.  Hal ini juga berlaku terhadap mata pelajaran Seni Budaya.  Namun demikian pembelajaran dengan secara daring memiliki beberapa kekurangan.  Diantara kekurangan tersebut adalah siswa menjadi bosan.

Untuk mengurangi rasa bosan dari proses pembelajaran secara daring, maka materi pembelajaran diberikan menjadi praktek.  Hal ini juga lakukan dalam mata pelajaran Seni Budaya.  Siswa diminta untuk membuat karya atau produk dari bahan-bahan sederhana.  Bahan yang digunakan tersebut dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan juga murah.  Produk atau karya yang dibuat siswa pun dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.  Hal ini membuat karya tersebut memiliki daya guna yang baik.

Berikut adalah contoh hasil karya siswa PKBM Kramat Pela dalam mata pelajaran Seni Budaya:

 

Karya Kartu Ucapan Siswa PKBM Kramat Pela (PKBM Kramat Pela)

Hasil karya kartu ucapan siswa PKBM Kramat Pela (PKBM Kramat Pela) 

Hasil karya miniatur rumah siswa PKBM Kramat Pela (PKBM Kramat Pela)


Hasil karya Sendal siswa PKBM Kramat Pela (PKBM Kramat Pela)

Hasil karya kotak pensil siswa PKBM Kramat Pela (PKBM Kramat Pela)

Hasil karya hiasan dinding siswa PKBM Kramat Pela (PKBM Kramat Pela)

Diharapkan dengan pembelajaran ini bagi siswa adalah mereka dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.  Selain itu mereka juga dapat mengembangkan kemampuan pemecahan masalah di sekitar mereka dari bahan-bahan sederhana.  Hasil karya mereka ini selain sebagai karya seni, juga memiliki nilai tambah yang dapat digunakan di kehidupan sehari-hari (Agus/PKBM Kramat Pela). 

Rabu, 25 November 2020

PERINGATAN HARI GURU DI PKBM KRAMAT PELA

 PKBM Kramat Pela sebagai PKBM di Jakarta Selatan, setiap tanggal 25 November  diperingati sebagai Hari Guru Nasional di Indonesia.  Peringatan hari guru ini bertepatan dengan hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).  Sejarah pembentukan PGRI dilakukan setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Indonesia berhasil melakukan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta.

Dalam kongres disepakati, semua organisasi guru dengan berbagai latar belakang dihapuskan. Guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan berada dalam satu wadah PGRI. Dengan kesepakatan tersebut, PGRI berdiri pada 25 November 1945 seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan.

PKBM sebagai satuan pendidikan menyelenggarakan kegiatan belajar dan mengajar dengan ujung tombak adalah guru atau tutor.  Tutor adalah sebutan guru di satuan pendidikan non formal. Tanggung jawab tutor sama seperti guru di satuan pendidikan formal.  Mereka mengajar dan juga melakukan tugas administratif layaknya guru di sekolah formal. 

Dalam rangka memperingati hari guru nasional, yang jatuh pada tanggal 25 November 2020, PKBM Kramat Pela memperingatinya secara daring.  Peserta didik Paket A, Paket B, dan Paket C dari PKBM di Jakarta Selatan ini diminta untuk melakukan persembahan atau karya untuk memperingati hari guru tersebut.

Peserta didik antusias mengikuti acara ini dengan memberikan berbagai persembahan kepada tutor.  Berikut adalah persembahan yang dilakukan oleh siswa dari PKBM Kramat Pela. 








Diharapkan dengan acara ini terjalin kemesraan antara tutor dan peserta didik.  Selain itu juga para peserta didik diharapkan lebih mengapresiasi apa yang telah dikerjakan dan diberikan oleh para tutor kepada mereka. (Agus/PKBM Kramat Pela).


Pembelajaran Matematika Di PKBM Kramat Pela Tahun Ajaran 2020-2021

Pembelajaran di PKBM Kramat Pela, yaitu PKBM di Jakarta Selatan dilakukan dengan cara untuk meningkatkan motivasi belajar. Salah satunya pada mata pelajaran Matematika.

Matematika selama ini menjadi momok bagi siswa.  Kesulitan mata pelajaran matematika memang lebih tinggi dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya.  Hal ini dikarenakan matematika membutuhkan keterampilan berpikir diantaranya analisa, sintesa, dan evaluasi. 

Pembelajaran matematika di PKBM Kramat Pela, khususnya Paket B dan Paket C dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan mudah bagi siswa.  Hal ini dikarenakan untuk menghindari dan mengurangi trauma matematika dari siswa, khususnya siswa yang putus sekolah.  

Pembelajaran dilakukan dengan teknik scripting atau menyalin.  Siswa dari PKBM di Jakarta Selatan ini diminta untuk menyalin soal dan pembahasan soal yang diberikan oleh tutor. Hal ini untuk mempermudah pemahaman siswa akan materi pelajaran yang diberikan.  Siswa mendapatkan gambaran bagaimana menyelesaikan permasalahan atau soal matematika yang diberikan.  Saat menyalin, siswa dilatih konsetrasi dan memorinya sehingga informasi matematika ini dapat disimpan dalam memori jangka pendek serta jangka panjang secara mudah.

Berikut adalah contoh pemberian tugas matematika kepada siswa di PKBM Kramat Pela.

Contoh materi mata pelajaran Matematika Paket B (PKBM Kramat Pela)


Contoh materi pelajaran Matematika Paket C (PKBM Kramat Pela)


Selain itu, pembelajaran dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan kekinian.  Siswa diminta untuk membuat video penyelesaian soal dan pembahasan.  Video yang dibuat kemudian di up load ke aplikasi tiktok.  Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik atas materi pelajaran yang diberikan.   

Berikut adalah contoh hasil video tugas matematika dari siswa PKBM Kramat Pela

Contoh video hasil siswa Paket C PKBM Kramat Pela


Contoh video hasil siswa Paket C PKBM Kramat Pela


Contoh video hasil siswa Paket B PKBM Kramat Pela

Contoh video hasil siswa Paket B PKBM Kramat Pela


Contoh video hasil siswa Paket C PKBM Kramat Pela

Diharapkan dengan materi pembelajaran yang mudah, menyenangkan, dan ceria seperti di atas maka motivasi belajar, khususnya pada mata pelajaran matematika dapat meningkat.  Hal ini terwujud dalam tingkat partisipasi aktif yang tinggi dari siswa PKBM Kramat Pela dalam mengikuti pembelajaran, khususna mata pelajaran matematika (Agus/PKBM Kramat Pela).









PEMBELAJARAN JARAK JAUH PKBM KRAMAT PELA TAHUN AJARAN 2020-2021

 Di tengah pandemi Covid-19, dunia pendidikan mengalami perubahan yang sangat besar. Pembelajaran dilakukan tidak dengan tatap muka.  Hal ini untuk mencegah penularan virus Covid-19 di satuan pendidikan.  Hal ini juga dialami oleh PKBM Kramat Pela sebagai satuan pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Pemberlakuan protokol kesehatan ini sudah menjadi keputusan pemerintah pusat, dalam hal ini adalah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Untuk tetap menjalankan tugas mengajar dan ketuntasan materi, maka pembelajaran di PKBM Kramat Pela sejak Maret 2020 dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh.  Pada tahun ajaran 2020/2021, pembelajaran jarak jauh ini pun terus berlanjut di PKBM Kramat Pela.  Peserta didik dari PKBM di Jakarta Selatan ini tidak melakukan tatap muka dengan tutor saat pembelajaran di PKBM Kramat Pela. Pembelajaran jarak jauh ini dilakukan secara daring atau on line dengan pemberian materi pembelajaran oleh tutor kepada siswa. 

Pembelajaran daring di PKBM Kramat Pela selama pandemi menggunakan aplikasi whatsapp. Tiap rombongan belajar atau kelas dalam grup whatsapp dibuat oleh admin PKBM Kramat Pela untuk mengirimkan materi pembelajaran kepada siswa.  Para tutor PKBM Kramat Pela mengirimkan materi dalam grup whatsapp di tiap rombongan belajar atau kelas untuk peserta didik pelajari di rumah.  Tugas-tugas untuk siswa diberikan juga oleh tutor kepada siswa dan siswa memberikan umpan balik dalam bentuk dokumen atau foto yang dikirimkan kepada tutor. 

Pembelajaran secara daring di PKBM Kramat Pela dilakukan pada hari Senin-Jumat pada pukul 19.00 – 21.00 WIB.  Materi pembelajaran diberikan pada waktu tersebut.  Peserta didik dan tutor juga wajib mengirimkan foto saat melakukan pembelajaran di rumah sebagai bentuk absen siswa.  Foto yang dikirimkan oleh peserta didik ini kemudian dijadikan kolase oleh admin PKBM Kramat Pela untuk dilaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta secara daring.  Setiap hari pembelajaran, admin PKBM Kramat Pela memberikan laporan kepada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta atas pembelajaran daring yang dilakukan melalui aplikasi dari Dinas Provinsi DKI Jakarta. Selain ittu, Suku Dinas Jakarta Selatan II juga melakukan monitoring pembelajaran secara daring kepada tiap PKBM.  Absensi pembelajaran berupa kolase foto dikirimkan oleh admin dan penanggung jawab PKBM Kramat Pela  ke Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan II melalui aplikasi whatsapp. 

Berikut adalah contoh materi pembelajaran secara daring di PKBM Kramat Pela.

Pembelajaran jarak jauh Paket B PKBM Kramat Pela


Contoh tugas pembelajaran jarak jauh peserta didik Paket C PKBM Kramat Pela






Tentu saja pertemuan secara daring tidak seefektif dengan pertemuan tatap muka.  Ada berbagai kendala yang terejadi saat pembelajaran daring dilakukan.  Beberapa kendala tersebut adalah keterbatasan kuota internet dari peserta didik, sinyal dari provider seluler, dan kurangnya maksimalnya sesi pembelajaran antara tutor dengan peserta didik jika dibandingkan dengan pertemuan tatap muka. 


Namun demikian peserta didik PKBM Kramat Pela antusias dalam melakukan pembelajaran secara daring ini. Dinamika pembelajaran secara daring di PKBM Kramat Pela pun sangat postif. Berbagai materi pembelajaran dan tugas yang diberikan oleh tutor dikerjakan dengan baik oleh peserta didik.  Tugas yang dikerjakan oleh peserta didik adalah salah satu aspek dalam penilaian.  

Semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir sehingga pertemuan tatap muka dapat dilakukan kembali.  Sehingga pembelajaran di satuan pendidikan PKBM Kramat Pela ataupun sekolah lainnya pun dapat dilakukan kembali normal (Agus/PKBM Kramat Pela).  


Selasa, 03 Maret 2020

Tugas AKhir Sekolah Mata Pelajaran IPA Sub Bidang Fisika Siswa Paket B PKBM KRAMAT PELA

Siswa paket B untuk mata pelajaran IPA mendapatkan tugas akhir sekolah dari tutor Paket B, Agus Syarifudin, S.Si. untuk mengerjakan praktikum Fisika, Kimia, dan Biologi.

Untuk praktikum Fisika, siswa diberi tugas untuk melakukan pengukuran masa dengan benda-benda yang ada disekutar mereka.  Benda-benda tersebut kemudian diamati perbedaan volumenya meskipun massa nya sama.  Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih kemampuan analisa, sintesa, dan evaluasi dari siswa.  Bagaimana siswa mampu melakukan proses pikir luhur terkait dengan Tori Taksonomi Bloom dalam psikologi pendidikan.

Kegiatan ini adalah dapat dilihat dari praktikum dari Ibu Sumarni, siswa Paket B yang telah mengumpulkan tugasnya dalam bentuk foto penimbangan di pasar.


Praktikum Fisika oleh Ibu Sumarni, siswa Paket B Tahun Ajaran 2019/2020 (PKBM KRAMAT PELA)




Praktikum Fisika oleh Ibu Sumarni, siswa Paket B Tahun Ajaran 2019/2020 (PKBM KRAMAT PELA)


Kegiatan ini menggunakan metode contectual teaching learning.  Di mana siswa belajar dalam praktek di kehidupan sehari-hari.  Bagaimana keilmuan yang dipelajari dirasakan manfaatnya oleh siswa.

Pembelajaran yang ada di PKBM Kramat Pela dibuat semenarik mungkin bagi siswa. PKBM di Jakarta Selatan ini memberikan pembelajaran yang interaktif dan praktek.  Siswa diharapkan tidak menjadi bosan dan memiliki motivasi dalam belajar. 

Jadi keilmuan IPA, khususnya Fisika mrereka ketahui kegunaan dari apa yang dipelajarinya.  Fenomena menimbang atau mengukur massa adalah dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bidang perdagangan atau di pasar! Bagaimana ketelitian dituntut untuk mengetahui cara menimbang yang benar dan tepat dari pelaku usaha, yaitu penjaga warung atau toko.  Hal itu dapat dilihat bagaimana Ibu Sumarni melakukan praktikum Fisika di Pasar.

Diharapkan dari kegiatan ini, siswa ketika lulus tahu dari manfaat pelajaran yang dilakukan. Tidak hanya berdasarkan buku teks pelajaran, namun juga mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari (agus/PKBM KRAMAT PELA)  

Kamis, 30 Januari 2020

SIMULASI USBK TAHUN AJARAN 2019/2020 DI PKBM KRAMAT PELA


Tahun ajaran 2019/2021 Dinas Pendidikan Provinsi DKI memberikan gebrakan kepada Program Pendidikan Kesetaraan.  Ujian Sekolah Berbasis Nasional pada tingkatan Paket, Paket, dan Paket C dilakukan dengan berbasis on lne! Wedew! Jadi program pendidikan kesetaraan diperlakukan sama oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta! Jadi,  siswa PKBM lebih keren dari siswa sekolah formal lho! USBN-nya on line, dan disebut dengan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK)! Keren lho!

Terkait dengan pelaksanaan USBK ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta melakukan koordinasi dan uji coba pelaksanaan ujian.  Mereka menyelenggarakan simulasi  kedua di bulan Januari 2020 dengan peserta adalah seluruh siswa Paket A, Paket B, dan Paket C kelas akhir.  Simulasi  ini untuk  menguji kesiapan dari teknis pelaksanaan seperti server dan gawai yang dimiliki siswa yaitu hand phone. 
PKBM KRAMAT PELA dalam simulasi ini tergabung bersama 25 PKBM di wilayah Jakarta Selatan II yang diikoordinir oleh PKBM Ar Raudah. PKBM di Jakarta Selatan ini menyelenggarakan simulasi USBK di sekolah yang beralamat di Jl. Benda I, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Simulai diadakan pada Jumat, 24 Januari 2020 di PKBM KRAMAT PELA.  Secara umum, simulasi USBK untuk PKBM KRAMAT PELA berjalan lancar lho! Sebagian besar siswa dapat log in dan mengerjakan soal. 

Simulasi USBK Paket A, Jumat 24 Januari 2020 (PKBM KRAMAT PELA)

Simulasi USBK Paket B 24 Januari 2020 (PKBM KRAMAT PELA)

Simulasi USBK Paket C 24 Januari 2020 (PKBM KRAMAT PELA)


Jadi kini pendidikan kesetaraan telah setara dengan fasilitasi dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta.  Ayo maju Pendidikan Kesetaraan di Indonesia!  (Agus/PKBM KRAMAT PELA)

Kamis, 23 Januari 2020

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PKBM KRAMAT PELA TAHUN AJARAN 2020/2021


PKBM KRAMAT PELA telah membuka penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021.  Peserta didik baru dapat mendaftarkan diri pada program kesetaraan Paket A setara Sekolah Dasar (SD), Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Paket C Jurusan IPS setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).  Calon peserta didik baru yang dapat mendaftar adalah siswa yang putus dari sekolah formal SD, SMP, SMA atau siswa yang telah lulus dari program pendidikan kesetaraan Paket A,B, dan C.

Penerimaan peserta didik baru ini terbagi menjadi tiga periode, yaitu:
  1. Periode Pertama,  1 Januari 2020 -  31 Maret 2020. 
  2. Periode Kedua,  1 April 2020 - 30 Juni 2020.
  3. Periode ketiga, 1 Juli 2020 – 30 September 2020
  4. Periode Keempat, 1 Oktober 2020 – 1 November 2020

Proses pembelajaran di PKBM KRAMAT PELA  dilakukan tiga kali dalam seminggu.  Setiap pertemuan dilakukan selama 2 jam per harinya.  PKBM KRAMAT PELA menggunakan kurikulum nasional 2013 yang sama juga dilakukan oleh sekolah formal lainnya di Indonesia. 

Pembelajaran di PKBM Kramat Pela tidak hanya berbasiskan kepada kemampuan penguasaan materi pelajaran namun juga memberikan keterampilan soft skill kepada siswa.  Keterampilan soft skill berupa keterampilan sosial seperti empati, pemecahan masalah, kerja sama, dan kewirausahaan akan diberikan di tengah periode pembelajaran tahun ajaran 2020/2021.  Kegiatan  tersebut berupa pelatihan, pemutaran film, inspiring story, inspiring people yang akan dilakukan setiap bulannya di PKBM KRAMAT PELA.   Kegiatan ini diharapkan siswa PKBM KRAMAT PELA memiliki keterampilan, dapat mandiri dan memiliki ahlak mulia. 

PKBM di Jakarta Selatan ini telah terdafatar dan terakreditasi di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.  Hal ini dibuktikan dengan telah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan terintgrasi dengan sistem informasi DAPODIKMAS dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.  Oleh karena itu seluruh siswa atau peserta didik yang terdaftar dan belajar di PKBM Kramat Pela akan terdaftar juga di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. PKBM di Jakarta Selatan ini juga akan memberikan ijasah kesetaraan bagi siswa yang lulus dari program Paket A, Paket B, dan Paket C, di mana ijasah tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

Pelatihan Sablon di PKBM KRAMAT PELA (PKBM KRAMAT PELA)


Pelatihan Kewirausahaan di PKBM KRAMAT PELA (PKBM KRAMAT PELA)


Untuk informasi lebih lanjut penerimaan peserta didik baru PKBM KRAMAT PELA dapat menghubungi Wiwis 081389518567 ; Agus 08561785391.  Atau dapat datang langsung dengan perjanjian ke PKBM KRAMAT PELA yang beralamat di Jl. Benda I, RT 001/ RW 004, Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Agus/PKBM KRAMAT PELA).


Informasi pendaftaran peserta didik baru dapat klik link dibawah ini
https://pkbmkramatpela.blogspot.com/p/penerimaan-peserta-didik-pkbm-kramat.html

Rabu, 22 Januari 2020

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DI PKBM KRAMAT PELA

Pelatihan Kewirausahaan di PKBM KRAMAT PELA (PKBM KRAMAT PELA)


Menjadi mandiri pasti cita-cita dari setiap siswa.  Mandiri sebagai manusia dan juga syukur-syukur mandiri secara ekonomi.  Tentunya di dalam pikiran setiap siswa memiliki gambaran mental kapan dan bagaimana dirinya mampu mengurus dirinya sendiri serta juga membiayai dirinya ke depan.  

Hal ini adalah suatu wacana dalam kewirausahaan.  Hal ini dapat dipahami yaitu bagaimana individu mampu mandiri secara ekonomi dan juga membiayai dirinya sendiri dengan usaha mandiri yang dilakukannya.  Oleh karena itu kewirausahaan adalah suatu hal penting bagi setiap individu.  Setidaknya setiap individu dapat mandiri dan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri secara ekonomi. 

Begitu juga bagi siswa Paket C atau setara dengan SMA yang juga harus dipersiapkan kepada dunia kerja agar mereka dapat mandiri.  Salah satu caranya adalah dengan mengenalkan dunia kewirausahaan. 

Progam kewirausahaan ini telah berjalan di PKBM KRAMAT PELA, khususnya untuk kelas XII jurusan IPS Program Kesetaraan Paket C. Pengelola PKBM KRAMAT PELA memperkenalkan wawasan kewirausahaan kepada siswa Paket C kelas XII yang akan lulus di tahun ajaran 2019/2020.  Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa kepada dunia kerja dan masyarakat  setelah mereka lulus nanti. Kegiatan ini adalah rangkaian pelatihan yang diselenggarakan oleh PKBM KRAMAT PELA kepada peserta didik.


Sesi tanya jawab di Pelatihan Kewirausahaan PKBM KRAMAT PELA (PKBM KRAMAT PELA)


Pada kesempatan ini, PKBM KRAMAT PELA mengudang pembicara tamu Ahmad Syauqi S.Kom, M.M menjadi pembicara pada acara Bincang Kewirausahaan pada Jumat, 10 Januari 2020.  Beliau adalah pelaku usaha dengan bidang usaha antara lain kuliner dan fashion.  Pada acara tersebut, beliau menceritakan dan berbagi tentang pengalaman usaha yang dilakukannya.  Pada acara tersebut, beliau bercerita tentang proses usaha yang dilakukannya hingga saat ini.  Proses tersebut adalah bagian dari jatuh bangun berbagai peristiwa yang dialami bahkan ada mengalami kegagalan.  Namun beliau tidak menyerah dan terus melakukan inovasi.  Pada acara tersebut Ahmad Syauqi S.Kom., M.M juga menyarankan kepada siswa ketika melakukan usaha sebaiknya dilandasi atas kesukaan dari apa yang dilakukan atau yang bersifat hobi.  Sehingga ketika melakukan usaha tersebut akan dikerjakan dengan suka cita dan tidak terasa terbebani. 

Acara tersebut berjalan dengan baik dan siswa tampak antusias dalam menjawab pertanyaan dan menanggapi materi yang diberikan.  Siswa ditantang oleh pembicara untuk memulai usaha dari apa yang disukai dan dikuasai oleh siswa.  Misalnya dari hobi bermusik dapat dilakukan dengan membuat akun Youtube atau Instagram.   Kegiatan ini cukup mudah dan tidak membutuhkan biaya yang banyak.  Selain itu siswa juga ditantang untuk dapat berkolaborasi dengan teman atau kolega dalam membangun usaha.  Dalam acara tersebut juga dikenalkan dengan konsep proses bisnis yang dibawakan dalam bahasa sehari-hari dan bersifat ringan.  Sehingga siswa dapat memahami karena contoh yang diberikan adalah keseharian yang dijalani oleh siswa itu sendiri dalam aktivitas sehari-hari.   Diharapkan dari kegiatan ini dapat berlanjut dengan project atau praktek yang dapat langsung dikerjakan oleh siswa di sesi berikutnya (Agus/PKBM KRAMAT PELA).       

Senin, 06 Januari 2020

PELATIHAN SABLON Di PKBM KRAMAT PELA



Pelatihan Sablon (PKBM KRAMAT PELA)


Sekolah di PKBM tentu beda dengan sekolah formal.  Satuan pendidikan kesetaraan ini membutuhkan pengayaan bagi peserta didik yang umumnya putus dari sekolah formal.  Tentu selain pembelajaran yang setara dengan sekolah formal, siswa kesetaraan perlu diberikan keterampilan salah satunya adalah keterampilan untuk di dunia kerja. 

Jaman Now tantangan tidak hanya dibutuhkan ijasah saat bekerja.  Dibutuhkan juga keterampilan baik keterampilan hidup ataupun keterampilan kerja.  Tentu saat ini tuntan untuk fleksibilitas dalam beradaptasi dan kreativitas dari individu dibuthkan agar dapat survive dan sukses di masyarakat.

Oleh karena itu siswa kesetaraan perlu diberikan pelatihan keterampilan hidup. Hal ini penting agar mereka dapat bekerja di sektor formal atau informal, bahkan dapat membuka usaha secara mandiri.  Pelatihan keterampilan hidup ini berupa berbagai keterampilan yang dapat membuka peluang kerja dan usaha bagi siswa.

Terkait dengan hal ini, PKBM KRAMAT PELA menyelenggarakan Pelatihan Sablon yang diadakan pada hari Minggu, 1 Desember 2019 di PKBM Kramat Pela.  Adapun pelatihan ini difasilitasi oleh Adhikari Creation dengan pembicara Whenni Amelia.  Adhikari Creation berlokasi di Tegal Kenanga, Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Proses pembuatan sablon pada tas di pelatihan sablon (PKBM KRAMAT PELA)

Peserta pelatihan sablon (PKBM KRAMAT PELA)


Whenni Amelia dari Adhikari Creation sebagai fasilitator dan pembicara pada pelatihan sablon (PKBM KRAMAT PELA)

Dalam acara ini, siswa diperkenalkan terhadap konservasi lingkungan.  Khususnya penggunaan tas kain untuk berbelanja dibandingkan dengan menggunakan kantong plastik.  Tas kain agar terlihat menarik dan juga sesuai dengan kekinian, maka tas kain yang akan digunakan tersebut diberikan gambar dengan teknik sablon.

Pelatihan Sablon yang diadakan PKBM KRAMAT PELA dihadiri oleh 16 peserta yang terdiri dari siswa Paket B (setara SMP), Paket C (setara SMA) dan alumni.  Acara ini juga sekaligus sebagai acara keakraban bagi peserta didik dan alumni dari PKBM di Jakarta Selatan ini. Kegiatan yang dilakukan berjalan dengan lancar dan peserta melakukan percobaan pembuatan sablon pada kaos dan tas.  Peserta antusias dalam melakukan pelatihan tersebut (Agus/PKBM KRAMAT PELA).

Artikel lainnya

Yuk Deteksi Dini Gangguan Belajar Anak! Layanan Pendidikan Inklusi di PKBM Kramat Pela

  Saat buah hati berusia sekolah dasar, maka mereka seharusnya memiliki kemampuan belajar yang baik.   Kesiapan belajar ini dipersiapkan d...

Artikel Populer